Seorang pemuda yang kewalahan oleh deadline dan notifikasi tanpa henti, mematikan ponselnya dan memilih menghilang seharian dan hening saat ia menyusuri warung kopi, taman, dan senja di tepi kota. Di akhir hari ia menyadari bahwa dunia tidak berhenti tanpa dirinya, dan yang selama ini hilang adalah kehadirannya sendiri. bukan untuk kabur, tapi untuk istrahat dengan hati yang jernih.Ia pulang dengan lebih ringan, tertawa dan mengobrol bersama orang-orang terdekatnya.
Berhenti bukan berati tertinggal, istrahat bukan berarti kabur, tapi cara untuk kembali hadir.
172 Dilihat6 Dibagikan
Komentar (1)
Silakan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.