Kriyasana Mahasiswa Desain Grafis Indonesia (KMDGI) merupakan forum nasional dua tahunan yang mempertemukan mahasiswa Desain Grafis/Desain Komunikasi Visual dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta mengapresiasi karya dan konsep kreatif.
KMDGI pertama kali diselenggarakan di Universitas Trisakti pada 10–13 September 1993 sebagai wadah komunikasi antar mahasiswa desain grafis dan ruang apresiasi perkembangan desain visual di Indonesia. Seiring waktu, KMDGI berkembang menjadi forum nasional yang mendorong dialog, kolaborasi, dan pertukaran perspektif mengenai praktik desain
FSRD, Jurusan Desain Komunikasi Visual Trisakti
FSRD, Jurusan Desain Komunikasi Visual ITB
FSRD, Jurusan Desain Komunikas Visual Universitas Udayana
FSRD, Jurusan Desain Komunikas Visual ISI Yogyakarta
FSR, Jurusan Desain Komunikasi Visual IKJ
Fakultas Desain, Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Kristen Petra Surabaya
FSRD, Jurusan Desain Komunikasi Visual ISI Denpasar
FSRD, Jurusan Desain Komunikasi Visual UNS
Jurusan Desain Komunikasi Visual STSI, ITENAS, ITHB, UNIKOM, UNPAS, MARANATHA, WIDYATAMA
FSR, Jurusan Desain Komunikasi Visual IKJ
FSRD, Jurusan Desain Komunikasi Visual ISI Denpasar
FAD, Jurusan Desain Komunikasi Visual Katolik Soegijapranata
FBS, Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Negeri Padang
FTD, Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Ma Chung Malang secara Online
FSRD, Jurusan Desain Komunikasi Visual ISI Yogyakarta
FPSD, Jurusan Desain Komunikasi Visual Universitas Pendidikan Indonesia (sekarang)
Dalam lanskap pendidikan desain di Indonesia, mahasiswa Desain Grafis/Desain Komunikasi Visual datang dari berbagai latar belakang yang berbeda. Perbedaan ini tidak hanya terlihat dari cara belajar dan pendekatan berkarya, tetapi juga dari kondisi yang membentuknya. Faktor seperti ketersediaan sarana, kemudahan aksesibilitas, serta konteks wilayah tempat masing-masing institusi berada menciptakan titik awal yang beragam bagi setiap mahasiswa desain. Keragaman tersebut bukan sekadar perbedaan, melainkan realitas yang mempengaruhi cara kita memahami dan merespons berbagai persoalan desain. Di satu tempat, keterbatasan fasilitas mungkin menjadi tantangan utama. Di tempat lain, hambatan akses informasi atau kondisi sosial wilayah dapat membentuk permasalahan yang berbeda. Situasi ini menghadirkan berbagai perspektif yang berpotensi memperkaya cara kita melihat dan memecahkan masalah.
Melalui tema “HAYUK!”, KMDGI 16 mengajak mahasiswa desain untuk bergerak bersama dalam merespons keragaman tersebut. Kata “HAYUK!” dipilih sebagai bentuk ajakan kolektif, sebuah panggilan untuk saling mendekat, berbagi perspektif, serta membuka ruang kolaborasi antar mahasiswa desain dari berbagai daerah. Dalam konteks penciptaan karya, peserta KMDGI 16 didorong untuk mengangkat isu atau permasalahan yang muncul dari tiga aspek utama, yaitu sarana, aksesibilitas, dan konteks wilayah. Ketiga aspek ini menjadi titik masuk untuk memahami bagaimana perbedaan kondisi dapat mempengaruhi pengalaman belajar, praktik desain, maupun dinamika sosial di lingkungan masing-masing.
Lomba Karya Tematik merupakan kompetisi karya instalasi yang mengajak mahasiswa desain grafis untuk menerjemahkan tema KMDGI 16 ke dalam karya yang kreatif, komunikatif, dan representatif. Melalui eksplorasi visual dan ruang, peserta diharapkan mampu menghadirkan pengalaman yang menarik sekaligus memperkuat penyampaian makna dari tema yang diangkat.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
Lomba Karya Simbiotik merupakan kompetisi karya audiovisual yang mengajak mahasiswa desain grafis untuk menghasilkan karya kreatif yang memberikan kontribusi langsung kepada masyarakat sebagai respons terhadap tema KMDGI 16. Peserta diharapkan mampu mengidentifikasi permasalahan yang relevan di masyarakat, kemudian menciptakan dan mengaplikasikan karya videografis sebagai bentuk respons atau solusi terhadap permasalahan tersebut.
Karya yang dihasilkan tidak hanya dinilai dari aspek kreatif dan audiovisual, tetapi juga dari bagaimana karya tersebut dapat memberikan dampak serta kontribusi nyata kepada masyarakat. Peserta mendokumentasikan proses kreatif, penerapan karya, hingga interaksi masyarakat terhadap karya yang dihasilkan. Dokumentasi tersebut kemudian menjadi bagian dari karya yang akan ditampilkan selama pelaksanaan KMDGI 16.
Kegiatan ini bertujuan untuk:
Karya Simbolik merupakan karya yang merepresentasikan identitas dan karakteristik kampus masing-masing delegasi melalui bentuk stempel dan keychain. Setiap karya menjadi simbol yang merepresentasikan ciri khas kampus, kemudian dipajang secara bersama dalam satu instalasi gabungan di area pameran sebagai representasi keberagaman identitas seluruh delegasi.
Tujuan Karya Simbolik: