simbiotik

Lannya'

0

Universitas Negeri Makassar

Delegasi KMDGI 16

Kreator

Yesaya Wisnu Mahaputra Bombong

Asril Istiqamah Yasar

Raina Evana Syarifah Uno

Ahmad Muflih Harianto

Nurlulu Amansyuran

Raka Ramadhana M. T

A. Asnoor Cattleya Badawi

Deskripsi

Lannya’ atau Hilang merupakan sebuah karya video yang mengangkat isu memudarnya pengetahuan dan kesadaran generasi muda terhadap aksara Lontara Makassar, salah satu warisan budaya masyarakat Sulawesi Selatan. Di tengah perkembangan zaman dan arus modernisasi, Lontara mulai kehilangan perhatian, khususnya di kalangan Generasi Z dan Generasi Alpha. Banyak generasi muda yang tidak lagi mengenal bentuk, sejarah, asal-usul, serta cara membaca dan menulis aksara tersebut.

Fenomena ini menjadi sebuah kegelisahan ketika Lontara masih sering dijumpai dalam berbagai karya visual, tetapi penggunaannya terkadang hanya sebatas elemen desain tanpa pemahaman terhadap bunyi, makna, dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Aksara yang seharusnya menjadi bagian dari identitas dan warisan pengetahuan masyarakat justru berisiko dipandang sebagai ornamen semata.

Melalui karya video ini, penonton diajak untuk kembali mengenal dan menelusuri keberadaan Lontara melalui sudut pandang para pegiat Lontara, sejarawan, guru, dosen, serta para siswa. Berbagai perspektif tersebut dihadirkan untuk melihat bagaimana Lontara dipahami oleh generasi yang berbeda, bagaimana eksistensinya saat ini, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga dan melestarikannya.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, video ini juga menampilkan kegiatan pembelajaran aksara Lontara kepada anak-anak sekolah melalui kolaborasi dengan Aksara Hub. Kegiatan ini memanfaatkan media zine sebagai sarana edukasi yang kreatif, menarik, dan dekat dengan karakter generasi muda. Melalui perpaduan materi visual, informasi, dan pengenalan aksara, zine digunakan untuk membantu siswa mengenal bentuk serta memahami dasar-dasar aksara Lontara dengan cara yang lebih menyenangkan dan interaktif. Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan ketertarikan generasi muda dalam mempelajari Lontara, tidak hanya sebagai bentuk visual, tetapi juga sebagai warisan budaya yang memiliki sejarah dan makna.

Karya ini berangkat dari kesadaran bahwa Lontara merupakan bagian dari kekayaan intelektual, sastra, sejarah, dan identitas masyarakat Sulawesi Selatan yang patut dihargai, dipahami, serta diwariskan kepada generasi berikutnya. Pelestarian Lontara tidak cukup hanya dengan mempertahankan bentuk visualnya, tetapi juga perlu disertai dengan pemahaman terhadap sejarah, fungsi, makna, serta nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, diperlukan berbagai pendekatan kreatif dan edukatif agar aksara ini tetap relevan dan dapat diterima oleh generasi masa kini.

Pada akhirnya, Lannya’ atau Hilang menjadi sebuah refleksi sekaligus ajakan bagi generasi muda untuk kembali mendekatkan diri dengan Lontara. Melalui proses mengenal, membaca, menulis, dan mempelajarinya, termasuk melalui media pembelajaran kreatif seperti zine, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa melestarikan aksara bukan sekadar menjaga peninggalan masa lalu, melainkan juga merawat identitas dan ingatan kolektif masyarakat Makassar. Sebab, ketika sebuah aksara tidak lagi dikenal dan dipelajari oleh generasi penerusnya, bukan hanya bentuk tulisan yang terancam hilang, tetapi juga pengetahuan, sejarah, dan nilai budaya yang diwariskan bersamanya.
5 Dilihat 0 Dibagikan

Komentar (0)

Silakan Login terlebih dahulu untuk meninggalkan komentar.